Buka Workshop Branding Sekolah NU, Ini Pesan Ketua PCNU Sidoarjo

banner 970x250

SIDOARJO – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH Zaenal Abidin membuka  kegiatan ‘Workshop Branding Sekolah’ yang diprakarsai oleh (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Sidoarjo, Senin (05/12/2022).

Pada kesempatan ini, Kiai Zaenal mengajak dewan guru lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Pengurus Cabang untuk melakukan branding madrasah atau sekolah secara maksimal di media sosial. “Saat ini kelompok di luar NU sudah banyak yang mendirikan sekolah dengan branding dan pengelolaan secara profesional,” katanya saat membuka workshop branding sekolah.

Kiai Zaenal berharap sekolah NU tidak hanya sebatas membuat benner pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)  saja. Karena saat ini era digital, sekolah harus terus menunjukkan kelebihan atau prestasi melalui flayer, twibbon atau video pendek. Oleh karena itu, guru NU harus cekatan dalam masalah digital. Jika tidak demikian pasti akan tertinggal dengan sekolah di luar NU.

“Sekolah NU itu siswa-siswinya sudah sering memenangkan berbagai macam lomba. Namun masih lemah dalam mengelolanya menjadi branding sekolah,” tuturnya.

Alumni Pesantren Al-Khoziny Buduran itu tidak menginginkan guru-guru NU hanya mengunakan HP untuk hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat untuk sekolah. Ia menegaskan, sudah menjadi tanggung jawab semua guru untuk berfikir bagaimana caranya membranding sekolah supaya manarik dan diminati masyarakat luas.

“Lemahnya branding sekolah seperti ini karena kekurang sadaran bahwa saat ini era bersaing di media digital. Kalau gurunya tidak mampu bersaing di media digital, maka lembaganya akan gulung tikar,” ucapnya.

Menurut Kiai Zaenal, guru NU harus siap melakukan apa saja yang terkait dengan dunia pendidikan. Sudah tidak zamannya malu-malu untuk menampakkan suatu kebaikan atau prestasi sekolah. Pasalnya saat ini di media sosial dipenuhi oleh konten-konten negatif.

Baca Juga  JRA NU Delta Adakan Tetapi Qur'ani Massal di Prambon

“Kalau di luar sana kejelakan dipublikasikan besar-besaran, sementara yang melakukan kebaikan  disimpan rapat-rapat. Maka yang akan terjadi adalah ketidak seimbangan antara kebaikan dan keburukan,” ujarnya.

Kiai Zainal mengajak untuk bersama-sama mensyiarkan sekolah-sekolah NU, tidak dengan niat riya, namun diniatkan untuk melawan konten-konten negatif yang ada di media sosial.

“Tidak perlu memikirkan kontennya akan disukai berapa orang, dihargai atau tidak. Yang terpenting jika itu untuk branding sekolah, maka lakukan terus menerus,” tandasya.

Pewarta: Boy Ardiansyah

Editor: Emzed Ef

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *